Nikah Mendadak

23 Jan 2009

Tepat tanggal 20 Desember 2007 aku melangsungkan pernikahan dengan seorang pria yang aku sayangi. Pernikahan yang sangat mendadak membuat aku kebingungan setengah mati tapi bukan karena aku MBA. Jangan berpikiran negatif dulu. Sebenarnya malam itu kita bertengkar hebat yang menyebabkan pertunangan kita putus saat itu juga. Semuanya sudah dipersiapkan mulai dari pernak-pernik pernikahan sampai kayu bakar sekaligus.

“Jadi, gimana nih dengan rencana pernikahan kita?”, dengan nada sedikit emosi.
“Ya sudah ya sabar ya sayang kita undur ampe tahun depan”.
“Mas ini gimana sih, mank mau berapa kali di undur?”.
“Makanya K sabar ya, nih juga demi masa depan kita juga”, bujuknya padaku.
“Udahlah mas kalau kek gini ceritanya kita batalkan saja pernikahan kita”.
“Kamu kok gitu sih K, emangnya udah enggak mau lagi nikah sama mas?”, tanyanya padaku.
“K sudah ilfil liat tingkah mas yang selalu mengulur-ulur waktu”.
“Ya sudah kalau begitu, aku pulang dan detik ini juga kita sudah tidak ada hubungan lagi”, bentaknya.
Dadaku berdesir saat dia mengatakan kata-kata seperti itu. Detik itu pula dia meninggalkanku dengan hati kesal dan marah.

***********

Sebulan sudah kami tidak ada komunikasi sama sekali. Dan aku anggap hubungan kami memang sudah berakhir dan kandas di tengah jalan. Segala sesuatu aku persiapkan semuanya sia-sia.

Tiba-tiba ponselku berdering. Dan saat aku melihat nama panggilan dilayar ponselku ternyata yang menelpon mantan tunanganku. Aku berpikir buat apa lagi dia menghubungiku padahal dia uda menyakiti dan menggagalkan impianku untuk menjadi seorang istri.

“Assalamualaikum”, sapaku.
“Waalaikumsalam”, jawabnya dari seberang
“Ada apa mas kok tumben menghubungiku, mas mau menyakitiku lagi ya?”.
“K kok bicara kek gitu sih?”.
“Mas telepon K saat ini cuma mau bilang kalau kita nikah bulan depan ya, karena kepergian mas diundur”.
“Kenapa gitu?”.
“Ya semalam mas dihubungi dari pihak perusahaan kalau keberangkatan mas diundur ampe bulan depannya, makanya mas ajak K nikah di bulan depan, tapi nanti setelah kita nikah K mas tinggal beberapa bulan, K ga keberatankan?. Karena persyaratan utamanya tidak menikah selama 2 tahun dan pernikahan kita ini kita rahasiakan saja dulu. Dan hanya keluarga besar kita aja yang mengetahuinya. Bagaimana K setuju kan dengan usul mas?”.

Dengan pertimbangan dan persetujuan dari keluarga besar. Akhirnya kita menikah pada hari yang telah ditetapkan tanggal 20 Desember 2007 dengan waktu singkat dan cepat, dan seharusnya disusul dengan acara resepsinya tanggal 21 Desember 2007. Tapi semuanya diluar rencana, akhirnya pernikahan kami tanpa ada resepsi. Dan baru saja sebentar aku menikmati nikmatnya menjadi istri, dan baru sebulan pernikahan kami berlangsung aku harus ditinggal suamiku untuk pendidikan di Bandung. Sungguh benar-benar diluar dugaanku, tapi aku bahagia karena aku menikah dengan pria pilihanku. :)


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post