Ketika Cinta Harus Berakhir

5 Feb 2009

Sudah 3 buLan FaisaL menghiLang dari kehidupanku. Entah dimana rimbanya dan bagaimana keadaannya. Sampai saat ini aku juga ga tau apa yang menyebabkan FaisaL menghiLang tanpa jejak. Apa saLahku sama kamu Fay,,,???. kenapa kamu buat aku seperti ini. Apakah kamu tahu saat ini aku sangat menderita karena aku kehiLangan kamu. Dan kenapa kamu tega meninggaLkan aku seperti ini. Jangankan 3 buLan sehari saja aku tak bertemu dengan kamu hatiku gundah guLana. ApaLagi saat ini,,,!!!. Kamu dimana Fay,,,???. Apakah kamu sama sekaLi tidak mengingat aku. Sudah 3 tahun kami menjaLani hubungan dan sampai detik ini hubungan kami tidak pernah mengaLami permasaLahan serius. IniLah masaLah serius yang harus aku hadapi saat ini pada saat aku kehiLangan orang yang aku sayangi.

Aku akan terus mencari kemanapun kakiku meLangkah. Akan seLaLu bertanya kepada teman-temannya tapi tak ada satu orang pun yang tahu keberadaannya. Rasa putus asa terus menghantuiku. SeteLah beberapa hari mencari Fay tapi usahaku sia-sia dan sama sekaLi tak ada harapan untuk menemukannya. Aku kecewa,,,sangat kecewa karena usaha yang aku jaLani berujung sia-sia, dan tak ada tanda-tanda positif. Akhirnya rasa putus asa itu menghampiriku dan akhirnya aku menghentikan pencarianku dikota ini hingga beberapa buLan.

Hari demi hari kujeLang tanpamu. Dimana kerinduanku terus menggebu, menggunung dan memuncak. Kamu dimana Fay,,,???. Dan saat ini aku hanya butuh kepastian. Akhirnya aku pasrah karena semua usaha yang aku jaLani hanya sia-sia.

“KayLa,,,”, panggiL sahabatku.
“Ada apa Za,,,!!!, sapaku.
“Gini Key,,,daripada kamu suntuk dirumah, kita mau ajak kamu jaLan-jaLan ke Bandung untuk rekreasi. LagipuLa kamu bisa menenangkan diri disana dan setidaknya kamu bisa meLepaskan beban yang ada daLam fikiranmu itu”, ujar Riza.
“Ide bagus tuh,,,”, ujarku.
“Jadi kamu setuju Key,,,”, seru Riza.
“Gimana ya,,,ntar aja deh aku fikir-fikir duLu”, ujarku.
“Agh,,,dasar kamu, ya sudah deh ntar kaLau kamu berubah fikiran kabari aku ya”, ujar Riza.
“OK deh Za,,,”, kataku.

SeteLah aku fikirkan tak ada saLahnya aku terima tawaran Riza untuk pergi ke Bandung. LagipuLa aku harus tetap tegar daLam keadaanku saat ini yang ditinggaL pergi seorang kekasih tanpa satu yang pasti. Dan aku tidak perLu terLaLu terpuruk daLam penderitaan batinku yang mendaLam.

“Za,,,”, teriakku.
“Eh,,,ada angin apa yang datang membawamu ke kampusku???”, tanya Riza.
“Mau tukar fikiran tentang rencana kemaren”, ujarku.
“Gimana,,,kamu setuju dan bersedia dengan rencana kita???”, ujar Riza.
“Yupzzz,,,dari pada di rumah suntuk ada baiknya aku ikut kamu untuk jaLan-jaLan ke Bandung”, ujarku.
“Ya,,,dari pada mikirin cowok kamu tuh yang ga jeLas batang hidungnya kemana, Lebih baik kamu kan jaLan dengan kita”, ajaknya.
“Ya sih,,,tapi rencana perginya kapan???”, tanyaku.
“Rencananya sih minggu depan, tapi ntar aku kabari Lagi deh”, ujarnya.
‘BaikLah,,,aku tunggu informasinya ya”, ujarku.
“OK deh,,,”, seru Riza.
“Ya sudah deh kaLau begitu aku puLang duLu ya”, ujarku.

Aku meninggaLkan Riza saat itu juga yang tengah asyik bercanda dengan teman-teman kampusnya. Entah mengapa ada keinginan kuat buatku agar aku pergi ke Bandung. Akhirnya hari ini tiba juga aku dan Riza dan teman-teman yang Lain berangkat menuju ke Bandung dengan menaiki kendaraan pribadi miLik Riza.

Sesampainya di Bandung kita Langsung ke puncak dan menginap diviLLa Riza. Aku merasakan keLegaan dan keLapangan didaLam rongga dadaku saat aku menghirup udara pagi yang sejuk. Betapa indah aLam semesta ciptaan yang Maha Pencipta. Sudah seminggu aku dan Riza berada diviLLa ini, tanpa terasa seminggu sudah kami Lewati dengan kebersamaan yang diiringi dengan canda dan tawa.

“KayLa,,,”, panggiL Riza.
“Yupzzz,,,ada apa Za”, sahutku.
“Inikan hari terakhir kita dipuncak, anak-anak yang Lain ajak kita jaLan tuh”, ajak Riza.
“Wah,,,ide bagus tuh”, baLasku.

Kami berjaLan-jaLan mengitari seputaran puncak yang indah, sejuk dan asri. Namun, tiba-tiba saja mataku menangkap seorang sosok yang aku kenaL.

“Doni,,,Doni,,,toLong berhenti sebentar”, pintaku.
“Kamu kenapa KayLa,,,???. Kok sepertinya orang panik gitu”, tanya Riza.
“Za,,,aku meLihat FaisaL”, ujarku.
“Mana KayLa,,,???”, tanya Riza dengan kaget.
“Itu,,,itu,,,itu Fay kan Za???”, tanyaku pada Riza.
“Ya KayLa,,,itu FaisaL!!!. Tapi buat apa FaisaL sampai di kota ini dan apa urusannya dia ada disini???”, ujar Riza.
“Udah deh Za,,,aku mau turun dan aku ingin menemui FaisaL agar semua jeLas jika hubungan kami ingin diakhiri”, ujarku.
“Ya sudah sana dan kami akan menunggu kamu disini”, ujar Riza.

Aku berjaLan tak berdaya karena tak percaya akan bertemy dengan FaisaL disini. Dan kakiku tak sanggup untuk meLangkahkan kaki menuju kearah FaisaL. Dan saat ini FaisaL sedang berdiri sendiri ditepi jaLan sambiL meLihat pemandangan aLam.

“FaisaL,,,”, Lirihku dengan peLan.
“KayLa,,,”, jawabnya kaget.
“Fay,,,aku mohon jangan pergi duLu dari hadapanku sebeLum kamu menjeLaskan apa yang sebenarnya terjadi denganmu dan kenapa kamu meninggaLkanku tanpa aLasan???. Dan mengapa kamu membuatku menunggu tanpa kepastian???”, ujarku dengan tangisan.
“Maafkan aku KayLa,,,”, ujar Fay.
“Aku hanya ingin kepastian Fay, dan aku tidak ingin hubungan kita berakhir seperti ini”, ujarku dengan tangisan.
“Aku hanya butuh waktu saja KayLa,,,untuk menjeLaskan semuanya”, ujar Fay.
“PenjeLasan apa maksudmu Fay,,,???”, tanyaku.
“Ada satu permasaLahan yang harus membuat kita terpisah dan tidak bisa menjaLani hubungan ini untuk seLamanya. Dan aLasan ini yang harus memutuskanku untuk meninggaLkanmu waLaupun itu terasa berat buatku. Tapi ini harus aku Lakukan,,,!!!”, ujar Fay.
“Aku sudah berusaha mencari kamu kemana-mana Fay, tapi aku sama sekaLi tak menemukanmu dan kamu menghiLang begitu saja tanpa aLasan. Dan sekarang aku ingin mengetahui aLasan itu???”, ujarku.
“BaikLah KayLa,,,tapi aku harap kamu harus kuat mendengar ini semua karena aku tahu kamu begitu mencintai aku dan begitu juga denganku”, ujar Fay.
“OK Fay,,,saat ini aku butuh kepastian”, ujarku.
“Coba kamu Lihat foto ini???. Apakah kamu mengetahui ini foto siapa???”, tanya Fay.
“Inikan foto Papaku,,,!!!”, jawab KayLa.
“Ya KayLa,,,ini foto Papa kamu dan Papaku”, ujar Fay.
“Apaaa,,,”, ujar KayLa kaget dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oLeh kekasihnnya.
“Ya KayLa,,,iniLah kenyataan daLam hubungan kita. Makanya aku juga menghiLang karena aku juga tidak percaya dengan kenyataan ini. Dan jika kamu beLum yakin kamu bisa menanyakan haL ini Langsung dengan Papa dan Mama kamu”, ujar Fay.
“Jadi,,,seLama ini Papa dan Mama sudah mengetahui haL ini”, tanyaku pada FaisaL dengan sedih.
“Kita semua tau KayLa,,,tapi kita butuh waktu untuk menjeLaskan ini semua kepadamu”, ujar Fay.
“KaLian jahat,,,kaLian jahat,,,kamu juga Fay,,,!!!. Karena kaLian merahasiakan ini semua dariku”, ujar KayLa sambiL menangis dan memukuL pundak pundak FaisaL.
“Maafin aku KayLa,,,aku juga tidak ingin hubungan kita berakhir seperti ini tapi iniLah kenyataan hidup bahwa kamu adaLah adikku”, ujar Fay sambiL memeLuk KayLa.
“Aku ga percaya Fay,,,kaLau seLama ini aku mencintai Saudara Laki-Laki sendiri”, ujar KayLa dengan tangisan.
“Dan sekarang kamu mengertikan KayLa,,,???. Dan iniLah aLasannya mengapa aku menjauhimu karena kamu adaLah adikku”, ujar Fay.

Aku tak percaya dengan kenyataan ini semua bahwa aku adaLah adik dari FaisaL seorang pemuda yang sangat aku cintai begitu puLa dia. Tapi iniLah kenyataan yang harus aku hadapi dan harus aku terima. Ya ALLah,,,betapa berat kenyataan yang harus aku terima dan kuatkan hatiku ya ALLah daLam menghadapi semuanya. Dan ternyata cintaku harus berakhir dengan kenyataan ini.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post